iXZ5LucRXKUvehGMx7HNr7F2OUDV3eF73FJjIqjp

Langkah Langkah Penelitian Sejarah dan Contohnya

Langkah Langkah Penelitian Sejarah

Langkah Langkah Penelitian Sejarah – Halo pembaca setia blog Pintarkan semuanya! Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tulisan mengenai mata pelajaran sejarah nih. Bagi kalian yang sudah penasaran, sekarang kami akan memberi tahu kalian bagaimana langkah langkah penelitian sejarah yang baik dan benar. Tentunya kami akan menjelaskannya secara lengkap kepada kalian semua.

Mungkin diantara kalian semua pasti bertanya-tanya untuk apa penelitian sejarah ini dilakukan dan apakah ada langkah langkah khusus untuk melakukan penelitiannya. Apabila kalian pernah berpikiran seperti itu, maka ini adalah waktu yang tepat untuk menjawab rasa penasaran kalian. Baiklah tanpa menunggu lama lagi, langsung saja kita mulai ke pembahasannya.

Langkah Langkah Penelitian Sejarah

1. Heuristik

Heuristik adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Yunani "Heurishein" yang artinya adalah menemukan. Tentu saja ini berarti bahwa para sejarawan selalu melakukan penelitian untuk menemukan atau mengumpulkan sumber sejarah dari suatu tempat atau benda. Biasanya sebelum mengumpulkan jejak sejarah, para sejarawan atau peneliti tentu saja harus benar-benar menguasai apa yang menjadi topik penelitiannya. Sehingga mereka harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai topik penelitiannya. Tentu saja ada banyak bidang yang bisa diteliti dari suatu sejarah contohnya adalah bagaimana budayanya, ekonomi, kehidupan sosialnya, politik atau bahkan militer. Sehingga untuk mempermudah penelitiannya harus dilakukan klasifikasi atau pengelompokkan dari setiap sumber sejarah yang sudah terkumpul. Sebagai informasi tambahan, bahwa sumber sejarah dibagi menjadi dua yaitu sumber sejarah primer dan juga sumber sejarah sekunder.

BACA JUGA: Tujuan Gerakan Non Blok: Sejarah, Anggota, Prinsip dan Peran Indonesia

Untuk sumber sejarah primer ini adalah sumber sejarah yang langsung dibuat oleh tangan pertama sedangkan sumber sejarah sekunder adalah sumber sejarah yang dibuat berdasarkan sumber dari tangan pertama. Tentu saja dalam melakukan penelitian sejarah kita harus mendahulukan untuk mencari sumber sejarah primer dengan cara mengumpulkan berbagai keterangan dari para saksi mata sejarah yang terdapat di berbagai catatan, dokumen atau arsip lainnya. Kita jug abisa langsung mewawancarai para saksi sejarah yang masih hidup. Apabila kita sudah stuck tidak bisa menemukan sumber sejarah primer, barulah kita bisa melakukan sumber sejarah sekunder dengan cara mencari di buku, koran. ataupun majalah.

2. Verifikasi

Langkah langkah penelitian sejarah yang selanjutnya adalah verifikasi. Verifikasi disini adalah pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu sejarah. Tentu saja kita tidak bisa langsung percaya mengenai apa yang dikatakan oleh sumber sejarah. Kita perlu melakukan verifikasi atau penilaian terhadap sumber sejarah yang menyangkut aspek ekstern dan juga aspek intern. Aspek ekstern atau aspek luar ini berisikan tentang apakah sumber tersebut asli atau valid kebenarannya serta sejarawan harus menguji apakah dokumen tersebut akurat atau tidak. Sedangkan untuk aspek intern atau aspek dalam ini berisikan tentang apakah isi yang ada didalam sumber tersebut memberikan informasi yang diperlukan atau tidak. Sehingga aspek intern ini bisa juga disebut proses analisis terhadap suatu dokumen. Terdapat langkah-langkah juga dalam penelitian intern, diantaranya adalah:

1. Langkah Pertama Penelitian Intern

Pada langkah pertama, kita harus menentukan bagaimana sifat dari sumber tersebut apakah resmi atau tidak. Perlu kalian ingat bahsa didalam penelitian intern sifat sumber tidak resmi lebih berharga nilainya daripada sumber resmi. Mengapa seperti itu? Karena sumber tidak resmi bertujuan untuk dibaca oleh orang banyak sehingga isinya benar dan tidak ada yang disembunyikan.

2. Langkah Kedua Penelitian Intern

Langkah yang kedua dalam penelitian intern adalah menyoroti penulis sumber. Karena dia yang memberikan informasi sehingga perlu dipastikan kebenaran dari kesaksiannya. Oleh karena itu mereka harus mampu memberikan kesaksian yang benar dan menjelaskan alasan dari penjelasannya tersebut secara logis.

3. Langkah Ketiga Penelitian Intern

Langkah yang ketiga dalam penelitian intern adalah harus membandingkan kesaksian dari berbagai sumber. Sehingga kita harus melakukan verifikasi atau kritik terhadap saksi sejarah yang tidak berhubungan. Barulah kita bisa menilai apakah sumber sejarah yang kita teliti itu benar atau tidak.

3. Interpretasi

Langkah langkah penelitian sejarah yang ketiga adalah Interpretasi. Interpretasi ini adalah menafsirkan suatu fakta sejarah dan juga merangkainya menjadi satu kesatuan yang masuk akal. Sehingga interpretasi juga bisa diartikan sebagai penafsiran suatu peristiwa dan memberikan pandangan teoritis pada suatu peristiwa. Proses interpretasi harus bersifat selektif karena tidak semua fakta sejarah dimasukkan kedalam peristiwa sejarah. Sehingga harus pandai mimilih topik yang relevan dan mendukung kebenaran sejarah.

4. Historiografi

Langkah langkah penelitian sejarah yang terakhir adalah historiografi. Historiografi ini adalah tahapan akhir dari sebuah penelitian sejarah. Karena pada dasarnya seorang sejarawan harus menyusun suatu kisah sejarah sesuai dengan kaidah keilmuan. Dalam historiografi, kisah yang panjang akan dipisahkan dalam beberapa periode. Tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menyusun kronologis, dan juga penafsiran sejarah. 

Contoh Penelitian Sejarah

Judul : 
Penelurusan komunisme di Indonesia Tahun 1945 hingga tahun 1965.

Perumusan masalah : 
Apakah komunisme yang ada di masyarakat Indonesia merupakan warisan penjajah atau kebudayaan asli ?

Heuristik
Langkah awal dalam penelitian ini berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti, misalnya dengan melacak sumber sejarah komunis di Indonesia dengan meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.

Verifikasi
Kemampuan menilai sumber-sumber sejarah mengenai komunis di Indonesia yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern dan kritik intern.

Interpretasi
Menafsirkan fakta mengenai komunis di Indonesia dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit.

Historiografi
Proses penyusunan fakta-fakta sejarah komunis di Indonesia dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah komunis di Indonesia. Perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya, serta  harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.

Pengumpulan data: 
Analisis dokumen, wawancara dari sumber primer dan sumber sekunder.

Analisis data:
Cenderung melibatkan analisis yang logis, bukan analisis statistika, kalau pun perlu statistika hanya sebatas statistic deskriptif.

Kesimpulan:
Misalnya, tidak benar bahwa komunisme merupakan budaya warisan penjajah yang menular pada bangsa kita.

Kurang lebih seperti itulah contoh penelitian sejarah yang dapat kami sajikan.

Penutup

Akhirnya kita sudah sampai diakhir pembahasan kita kali ini mengenai langkah langkah penelitian sejarah lengkap beserta dengan contohnya. Bagaimana, apakah sekarang kalian sudah mengerti bagaimana cara melakukan penelitian sejarah dengan benar? Semoga bisa kalian pahami dengan mudah ya.

Baiklah, kami rasa cukup sekian dulu artikel kali ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua, jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke teman-teman kalian ya agar bisa semakin bermanfaat bagi sesama. Terima kasih, sampai jumpa dipostingan kami yang selanjutnya!
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment