U2FsdGVkX19yqg4zgujTU1FZc57GerP0WSIm+52ZEaSeqA8P7e4E+jXFAuaEXV5aRefvlQlygbeFp/0Gp5iVKg==
Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen – Halo pembaca setia Pintarkan! Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai mata pelajaran Bahasa Indonesia nih. Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan secara lengkap kepada kalian semua mengenai pengertian cerpen.

Kami yakin pasti masih banyak sekali diantara kalian semua pembaca setia pintarkan yang sering membaca cerpen namun belum paham mengenai apa pengertian cerpen itu sendiri. Oleh karena itulah kami tertarik untuk membuat artikel ini secara lengkap. Baiklah tanpa tunggu lama lagi, kita mulai saja langsung ke pembahasannya.

BACA JUGA:


Pengertian Cerpen

Apa itu cerpen? Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek yang juga merupakan bentuk dari prosa naratif fiktif pada umumnya. Berbeda dengan cerita yang terdapat pada buku atau novel, cerpen ini ceritanya lebih singkat, jelas, dan juga padat atau dalam artian langsung menuju pada tujuannya.

Umumnya cerita pendek hanya terdiri dari kurang dari 10.000 kata saja. Sehingga cerita pendek ini hanya memberikan kisah tunggal dan memusatkan diri pada salah satu tokoh atau situasi saja. Sehingga cerita yang dihasilkannya lebih singkat dan langsung ke poin utama. Kurang lebih seperti itulah pengertian cerpen yang dapat kami jelaskan.

Pengertian Cerpen Menurut KBBI

Menurut KBBI, pengertian cerpen adalah istilah sastra kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pd suatu ketika).

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Menurut Saini

Cerpen merupakan cerita pendek fiksi atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.

Menurut A. Bakar Hamid

Pengertian cerpen menurut beliau, cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan.

Menurut Hendy

Cerita pendek merupakan sebuah cerita pendek yang berisi narasi tungal.

Menurut Sumardjo

Menurut Sumardjo, pengertian cerpen adalah fiksi cerita pendek atau tidak benar-benar terjadi tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.

Menurut J.S Badudu

Cerpen merupakan cerita yang menjurus dan kosentrasi yang berpusat pada satu peristiwa yaitu peristiwa yang menumbuhkan peristiwa itu sendiri.

Menurut Nugroho Notosusanto Dalam Tarigan

Cerpen merupakan kisah cerita pendek mulai dari 5000 kata-kata atau memperkirakan 17 pp kuarto spasi ganda dan berpusat pada dirinya sendiri.

Menurut Aoh. K.H

Menurut beliau, pengertian cerpen adalah salah satu cerita pendek yang ditulis oleh fiksi atau fantasi disebut dengan naratif prosa pendek.

Menurut Turayev Dalam Regina Bernadette

Cerita pendek bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah episode dalam kehidupan seorang tokoh.

Menurut H. B. Jassin

Mengatakan bahwa cerita pendek ialah sebuah cerita pendek yang harus memiliki bagian yang paling penting dari pendahuluan dan penyelesaian sengketa.

Menurut Allan Poe Dalam Nurgiyantoro Dalam Regina Bernadette

Dan ini adalah pengertian cerpen yang paling panjang diantara yang lainnya, yaitu menurut Allan Poe. Cerita pendek diartikan sebagai bacaan singkat yang dapat dibaca sekali duduk dalam waktu setengah sampai dua jam, genrenya memiliki efek tunggal, karakter, plot dan setting yang terbatas, tidak beragam dan tidak kompleks “pengarang cerpen tidak melukiskan seluk beluk kehidupan tokohnya secara menyeluruh, melainkan hanya menampilkan bagian-bagian penting kehidupan tokoh yang berfungsi untuk mendukung cerita tersebut yang juga bertujuan untuk menghemat penulisan cerita karena terbatasnya ruang yang ada.

Unsur Unsur Cerpen

Tentu saja didalam cerpen terdapat unsur unsur yang harus kita pahami. Unsur unsur cerpen ada dua jenis yaitu unsur intrinsik dan juga unsur ekstrinsik. Tentu saja semuanya saling melengkapi. Untuk mengetahui apa saja unsur unsur cerpen tersebut silahkan baca penjelasan kami dibawah ini.

Unsur Intrinsik Cerpen

1. Tema

Apa itu tema? Tema adalah unsur cerpen yang merupakan ide pokok dari suatu cerita. Tema sendiri umumnya ada dua jenis yaitu tema yang dapat kita simpulkan sendiri tema yang terkandung dalam cerita tersebut dan juga ada tema yang bisa kita lihat langsung secara jelas didalam cerita.

2. Latar

Latar adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana dalam cerita tersebut. Seting atau latar biasanya berhubungan dengan tema cerpen misalnya jika cerpen bertemakan perang gerilya berarti latarnya dihutan, apabila temanya makan siang maka latarnya dikantin. Kurang lebih seperti itulah pengertian latar.

3. Alur

Unsur cerpen yang selanjutnya adalah alur. Alur atau yang bisa juga disebut plot adalah jalan cerita dari sebuah cerpen tersebut. Untuk memudahkan kalian memahami apa itu alur, kalian bisa baca urutan alur cerpen dibawah ini.
  1. Perkenalan tokoh
  2. Mucul konflik atau permasalahan yang dihadapi tokoh
  3. Peningkatan konflik hingga puncak konflik atau klimaks
  4. Penurunan konflik
  5. Penyelesaian dari masalah
  6. Dalam membuat alur atau plot penulis harus memperhatikan karakter tokoh  yang akan di ceritakan. Biasanya semakin baik karakter tokoh maka semakin besar konflik yang akan timbul.

4. Tokoh

Tokoh adalah setiap pelaku yang ada pada cerita pendek tersebut. Setiap tokoh tentu saja memiliki karakter atau wataknya tersendiri.

5. Penokohan (Perwatakan)

Penokohan atau perwatakan adalah pemberian karakter pada setiap tokoh dalam cerita. Penokohan atau perwatakan biasanya bisa kita lihat dari bagaimana tingkah laku dari setiap tokoh pada cerita pendek tersebut. Watak tokoj pada cerpen biasanya terdiri dari:
  • Tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita atau tokoh yang berperan sebagai orang baik),
  • Tokoh antagonis (lawan dari tokoh utama atau tokoh yang berperan sebagai orang jahat)
  • Tokoh figuran (tokoh pendukung untuk cerita atau tokoh yang mendampingi tokoh protagonis).
Metode yang biasanya digunakan untuk menetukan watak dari suatu tokoh ada 2 macam, diantaranya adalah:
  • Metode analitik: Metode analitik adalah metode yang digunakan untuk menetukan karakter tokoh dengan cara memaparkan ataupun menyebutkan sifat tokoh secara langsung. Contoh: Pemarah, penyayang, pemberani, ramah, ceria, lugu, kreatif, dll.
  • Metode dramatik: Metode dramatik adalah suatu metode yang digunakan untuk menetukan karakter tokoh dengan cara tidak langsung menggambarkan sifat tokoh. Penggambaran tokoh dilakukan melalui percakapan yang dilakukan oleh tokoh lain. Metode ini dapat juga disebut sebagai  metode reaksi tokoh lain (berupa pandangan, pendapat, sikap, dan lainnya)

6. Sudut Pandang

Unsur unsur cerpen yang selanjutnya adalah sudut pandang. Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam sebuah cerita. Berikut ini adalah jenis jenis sudut pandang dalam suatu cerpen.

Sudut pandang orang pertama

Sudut pandang orang pertama adalah suatu keadaan dimana pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh utama yang berbicara dalam kisah tersebut. Sudut pandang orang pertama juga di sebut sebagai kata ganti orang pertama (orang yang berbicara). Dimana jika dalam bentuk tunggal, maka mengunakan kata “aku , saya” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “kami dan kita”.

Sudut pandang orang kedua

Sudut pandang orang kedua adalah suatu keadaan dimana pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh yang di ajak bicara. Sudut pandang orang kedua juga di sebut sebagai kata ganti orang kedua (orang yang di ajak bicara). Dimana jika dalam bentuk tunggal, maka mengunakan kata “kamu, engkau, saudara, anda” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “kalian”.

Sudut pandang campuran

Sudut pandang orang campuran adalah suatu keadaan dimana pengarang memposisikan dirinya sebagai tokoh yang membicarakan tokoh utama. Sudut pandang campuaran juga di sebut sebagai kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan). Dimana jika dalam bentuk tunggal, maka mengunakan kata “ia, dia, beliau” dll. Dan jika dalam bentuk jamak, maka mengunakan kata “mereka”.

7. Amanat

Apa itu amanat? Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh seorang pengarang melalui karya tulisnya kepada pembaca atau pendengar. Amanat yang disampaikan dalam cerita bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya. Pesan merupakan hal penting dalam sebuah cerpen, karena dengan pesan yang baik pengarang dapat menyajikan cerita yang baik sehingga tokoh-tokoh dalam ceritanyapun dapat diteladani dalam kehidupan nyata.

Itulah dia 7 unsur intrinsik cerpen yang dapat kami sampaikan.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik pada cerpen adalah unsur pendukung yang menjadi faktor pengarang membuat cerpen tersebut. Unsur ini sangat mempengaruhi bagaimana latar belakang dari suatu cerita pendek dan juga amanatnya nanti. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik cerpen.

1. Latar Belakang Masyarakat

Kondisi latar belakang masyarakat seorang penulis sangatlah berpengaruh besar terhadap terciptanya sebuah cerita. Kondisi itu bisa berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik negara, kondisi sosial masyarakat, kondisi lingkungan sekitar, sampai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

2. Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang telah diciptakan. Semakin banyak karya sastra yang pernah ditulis maka semakin baik pula karya sastra tersebut. Latar belakang pengarang dapat dikelompokkan kedalam 3 faktor yakni:
  • Biografi, yakni riwayat hidup pengarang cerita, yang ditulis secara keseluruhan. Mulai dari jenjang pendidikan yang paling rendah hinga jenjang terahir yang telah ditamatkan.
  • Kondisi psikologis, yakni berisi mengenai pemahaman kondisi mood atau keadaan saat seorang pengarang menulis sebuah cerita atau cerpen.
  • Aliran Sastra, seorang penulis pastinya mengikuti aliran sastra tertentu. Hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang besar pada gaya penulisan yang dipakai oleh penulis dalam menciptakan sebuah karya sastra.
Kurang lebih seperti itulah 2 unsur ekstrinsik cerpen. Setelah membaca unsur unsur cerpen diatas tentunya kalian sudah semakin paham kan? Kalau sudah yuk kita lanjut ke pembahasan yang selanjutnya.

Kaidah Kebahasaan Cerpen

Setelah kami membahas mengenai pengertian cerpen dan juga unsur unsur cerpen sekarang kami akan membahas mengenai kaidah kebahasaannya. Pada umumnya, karangan teks berupa cerita pendek memuat kaidah kebahasaan seperti berikut ini.

1. Penggunaan Kata Sifat

Kaidah kebahasaan cerpen yang pertama adalah penggunaan kata sifat. Jenis kata ini akan sering digunakan dalam membangun kata dan kalimat untuk membentuk rangkaian cerita. Para tokoh yang terlibat dalam cerpen sering dideskripsikan kepribadian maupun penampilan fisiknya menggunakan kata sifat. Contohnya: perawakannya gagah, sosoknya tinggi, rambutnya memutih, dan lain-lain sebagainya.

2. Penggunaan Kata Keterangan

Kaidah kebahasaan cerpen yang kedua adalah penggunaan kata keterangan. Dalam sebuah cerpen, kata keterangan berfungsi untuk mendeskripsikan latar, baik itu latar tempat maupun latar waktu. Bagi kamu yang suka membaca cerpen, pasti kamu akan temukan kata-kata keterangan untuk menggambarkan latar tersebut. Contohnya: di kebun teh yang menghijau, di malam hari yang gelap, dan lain sebagainya.

3. Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung

Kaidah kebahasaan cerpen yang ketiga adalah terkait dengan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung. Para penulis cerpen harus piawai menggunakan dua jenis kata ini, dimana penerapannya sering kita lihat berguna untuk membangun percakapan dalam cerpen. 

4. Gaya Bahasa

Kaidah kebahasaan cerpen yang keempat adalah gaya bahasa atau majas. Cerpen sering juga menggunakan majas untuk memperkaya keindahan cerita. Paling sering digunakan adalah majas yang memiliki sifat konotasi, misalnya: mulut terminal, memanggang bus, bajing loncat, pucuk langit, dan sebagainya.

5. Bahasa Tidak Baku

Kaidah kebahasaan cerpen yang terakhir adalah umumnya menggunakan bahasa yang tidak baku atau tidak formal. Penggunaan bahasa itu dimaksudkan agar pembaca bisa lebih akrab dengan cerpen yang dibacanya. 

Demikian penjelasan kami mengenai kaidah kebahasaan cerpen, semoga bisa kalian pahami ya.

Jenis Jenis Cerpen

Cerpen terdiri dari tiga jenis, diantaranya adalah cerpen mini (flash), cerpen ideal, dan juga cerpen panjang. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai ke 3 jenis cerpen tersebut silahkan dibaca dibawah ini.
  • Cerpen mini (flash), cerpen yang memuat jumlah kata antara 750 kata hingga 1.000 kata.
  • Cerpen ideal, cerpen yang memuat jumlah kata antara 3.000 hingga 4.000 kata.
  • Cerpen panjang, cerpen ini merupakan jenis cerpen terpanjang yakni memuat 10.000 kata.
Itulah dia 3 jenis cerpen yang dapat kami jelaskan. Selanjutnya kami akan membahas poin terakhir dari artikel ini yaitu tujuan cerpen.

Tujuan Cerpen

Tentu saja penulis cerpen memiliki tujuannya tersendiri dalam menulis suatu cerpen. Tujuan cerpen yang paling umum adalah untuk mengungkapkan perasaan penulis dalam menuangkan imajinasi/penghayalan pada sebuah cerita dan dapat menghibur para pembaca sehingga pembaca dapat memperoleh hiburan serta teguran/nasihat dari amanat yang diberikan dari sebuah cerpen. Itulah dia tujuan cerpen yang dapat kami jelaskan kepada kalian semua pembaca setia pintarkan.

Contoh Cerpen

Baik Luar Dalam

Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Rara dan Tina tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Rara. Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang perempuan yang tidak lain adalah teman mereka berdua bernama Sinta. Namun, Rara seolah tidak mempedulikan kehadiran Sinta tersebut.

“Ra, itu di depan ada Sinta sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Tina yang tengah mengerjakan tugas di rumah Rara.

“Bi, bilang saja ke Sinta yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Pinta Rara kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Iya Non. Bibi sampaikan.”

“Ra, kenapa kamu seperti itu sama Sinta. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak kan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Tina menasihati Rara.

“Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Rara setengah sinis.

“Pahit gimana Ra?” Ujar Tina kembali bertanya.

“Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Tin. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Tin. Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya busuk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang Tin.” Jelas Rara kepada Tina.

Mungkin cukup satu dulu contoh cerpen yang dapat kami berikan kepada kalian semua, nanti kami akan membuatkan artikel khusus mengenai beberapa contoh cerpen.

Penutup

Tidak terasa sekali, kita sudah sampai diakhir artikel kali ini mengenai pengertian cerpen lengkap beserta unsur, kaidah kebahasaan, jenis, tujuan, dan juga contohnya. Bagaimana, setelah membaca seluruh tulisan kami diatas apakah wawasan kalian semakin bertambah? Semoga saja sudah ya hehe.

Semoga artikel kami kali ini bisa membantu kalian dalam belajar dan juga menyelesaikan tugas sekolah kalian ya. Apabila kalian merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk bagikan ke teman atau anggota keluarga kalian agar semakin bermanfaat. Terima kasih, dan sampai jumpa dipostingan kami yang selanjutnya.
Loading...