U2FsdGVkX19yqg4zgujTU1FZc57GerP0WSIm+52ZEaSeqA8P7e4E+jXFAuaEXV5aRefvlQlygbeFp/0Gp5iVKg==
Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna – Halo teman-teman Pintarkan! pada kesempatan kali ini kami masih akan membahas mengenai pelajaran Biologi. Beberapa hewan di lingkungan sekitar kita mengalami sebuah proses perubahan bentuk dalam daur hidupnya. Proses perubahan tersebut dikenal dengan istilah metamorfosis yang umumnya terjadi baik pada serangga, seperti lebah, belalang, kupu kupu, laron, nyamuk, maupun pada amfibi seperti katak.

Metamorfosis merupakan perubahan atau perkembangan biologis yang terjadi pada makhluk hidup berawal dari telur hingga dewasa secara sempurna disertai perubahan pada bentuk anatomi, morfologi maupun fisiologis. Perubahan yang terlihat cukup drastis umumnya terjadi pada fisik, disebabkan oleh pertumbuhan dan diferensiasi sel secara radikal ataupun dinamik. Pada umumnya, hewan-hewan yang mengalami proses metamorfosis berada pada kelas moluska, crustacean, amfibi, cnidarians, insect, echinoderms, dan tunicates. Adapun berdasarkan proses metamorfosisnya, hewan dapat dikelompokkan ke dalam species holometaboly (mengalami metamorfosis sempurna) dan hemimetaboly atau ametaboly (tidak mengalami metamorfosis sempurna).

Lalu, apakah ayam mengalami metamorfosis? Apakah bebek bermetamorfosis tidak sempurna? Bukankah mereka mengalami fase telur? Jawabannya adalah tidak. Dalam daur hidup hewan-hewan tersebut tidak mengalami metamorfosis, karena mereka hanya menunjukkan perubahan ukuran tubuh dan bukannya penambahan anggota tubuh baru. Oleh karena itulah disini kami tertarik untuk menjelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna kepada kalian semua. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan penjelasan mengenai tahapan-tahapan metamorfosis.

BACA JUGA: Perbedaan Monokotil dan Dikotil Beserta Pengertian dan Contohnya


Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna


Fase/Tahap-Tahap Metamorfosis

Metamorfosis pada umumnya terjadi dengan fase yang berbeda, seperti telur, larva, pupa, dan nimfa. Namun beberapa hewan tidak mengalami fase pupa atau nimfa dan berakhir menjadi hewan dewasa atau imago. Berikut penjelasan apa artinya telur, nimfa. Larva, pupa, dan imago. Agar lebih mudah dalam mempelajari perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna yuk baca dulu penjelasan dibawah ini mengenai fase metamorfosis.

1. Fase Telur

Sel telur merupakan awal dari makhluk hidup yang nantinya akan berubah menjadi zigot setelah pembuahan oleh spermatozoa pejantan. Pada fase ini, telur akan tumbuh, membelah, melakukan diferensiasi, dan juga organogenesis. Telur-telur tersebut akan diletakkan oleh betina sesuai dengan habitat alaminya. Contohnya nyamuk betina akan menaruh telurnya di air, karena larva nyamuk akan hidup di air setelah menetas. Lalu kupu-kupu yang meletakkan telur-telurnya pada dedaunan, hal ini karena larva kupu-kupu merupakan pemakan daun.

2. Fase Larva

Setelah telur menetas mereka akan menjadi larva, bentuk larva akan sangat berbeda dengan hewan tersebut ketika dewasa. Hal ini dikarenakan larva tidak memiliki organ tubuh tertentu ketika sudah dewasa, selain itu beberapa serangga akan sering berganti kulit atau disebut dengan molting/ekdisis. Molting terjadi sebagai bentuk adaptasi serangga dengan ukuran tubuhnya yang baru, uukuran tubuh yang leih besar seiring pertumbuhan pastinya memerlukan eksoskeleton yang lebih besar pula.

Pada fase ini, larva hewan akan memiliki aktivitas makan yang tinggi sebagai sumber energi yang dipakai untuk mempercepat proses metabolisme sel. Pada akhir fase, larva akan berhenti makan dan memasuki tahap metamorfosis selanjutnya yaitu fase pupa.

3. Fase Pupa

Fase pupa atau fase kepompong merupakan fase dimana hewan berada pada keadaan inaktif tidak aktif makan, tetapi aktif melakukan metabolisme mebentuk organ-organ baru menjadi hewan dewasa. Kepompong dilindungi oleh rangka luar yang keras disebut dengan kokon. Fase pupa ini hanya akn dijumpai pada hewan yang mengalami metamorfosis sempurna saja, seperti kupu-kupu dan nyamuk.

4. Fase Nimfa

Pengertian dari nimfa adalah bentuk hewan muda yang menyerupai bentuk dewasanya dengan ukuran yang lebih kecil. Nimfa tumbuh dan berkembang untuk mematangkan alat reproduksi dan memperbesar ukuran tubuhnya. Fase nimfa hanya dialami oleh hewan dengan metamorfosis tidak sempurna.

5. Fase Imago

Pada fase imago atau dewasa, hewan memiliki alat reproduksi yang lebih matang dan ukuran tubuh yang lebih besar. Imago akan saling mengadakan perkawinan (jantan dan betina) yang nantinya akan menghasilkan ratusan telur.



Jenis-Jenis Metamorfosis

Berdasarkan prosesnya, metamorfosis dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Berikut ini adalah perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.

1. Metamorfosis Sempurna (Holometaboly)

Metamorfosis sempurna merupakan perubahan bentuk yang terjadi pada hewan, dimana larva (hewan muda) mempunyai bentuk yang sangat berbeda dengan bentuk dewasa hewan tersebut. Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, pada umumnya melewati 4 fase pertumbuhan dan perkembangan. Fasenya yaitu Telur – Larva – Pupa – Imago/Hewan Dewasa. Contoh hewan dengan metamorfosis sempurna adalah nyamuk, kupu-kupu, lalat, dan masih banyak lagi.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetaboly)

Metamorfosis tidak sempurna adalah proses pertumbuhan pada hewan yaang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan. Pada metamorfosis ini, hewan mengalami tiga fase mulai dari Telur – Nimfa – Imago/Hewan Dewasa. Hewan yang baru menetas memiliki bentuk yang sama dengan bentuk dewasanya. Perubahan hanya terjadi pada bagian tubuh yang belum mengalami pertumbuhan. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna yaitu belalang, rayap, kecoak, dan masih banyak lagi.

Nah kurang lebih seperti itulah perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Selanjutnya kami juga akan membahas mengenai contoh metamorfosis sempurna dan juga contoh metamorfosis tidak sempurna.


Contoh Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna


1. Contoh Metamorfosis Sempurna Pada Nyamuk

Nyamuk mengalami 4 fase dalam hidupnya, diawali dengan proses pembuahan sel telur hingga terbentuk zigot. Hasil pembuahan tersebut menghasilkan telur yang kemudian diletakkan di permukaan air oleh sang betina. Permukaan air yang dipilih oleh induk betina biasanya perairan tenang dengan kelembapan tinggi. Setelah menetas, nyamuk menjadi larva atau biasa disebut jentik nyamuk. Mereka akan terus tumbuh di permukaan air hingga 7 sampai 10 hari, lalu berubah menjadi pupa. Fase pupa merupakan tahap terakhir kehidupan nyamuk di habitat perairan. Pupa atu kepompong nyamuk berlangsung selama kurang lebih 12 hari. Setelah terbentuk sayap-sayap halus yang akan dipergunakan untuk terbang, nyamuk memasuki fase Imago. Ia menjadi nyamuk dewasa yang hidup sekitar 2 sampai 4 minggu.

2. Contoh Metamorfosis Sempurna Pada Katak

Katak betina akan bertelur di air, yang kemudian akan dibuahi oleh katak jantan menjadi embrio. Tahapan selanjutnya ada lah kecebong atau berudu, dimana mereka hidup sepenuhnya di air. Kecebong akan terus tumbuh perlahan, ditandai dengan mulai terbentuknya kaki, lalu ekornya yang mulai menyusut dan hilang. Setelah itu menjadi katak muda dengan pola hidup air dan daratan. Tahapan terakhir, katak muda akan menjadi katak dewasa dilihat dari ukurannya yang membesar dan instrumen tubuh yang lengkap.

3. Contoh Metamorfosis Sempurna Pada Kupu-Kupu

Tahapan metamorfosis pada kupu-kupu diawali dengan telur yang biasa diletakkan di dedaunan oleh induknya. Kemudian menetas menjadi larva atau biasa disebut ulat. Selanjutnya berubah menjadi pupa atau kepompong, dan berubah menjadi kupu-kupu dewasa.

4. Contoh Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Capung

Proses metamorfosis capung diawali dengan stadium telur. Sepasang induk capung akan melakukan perkawinan di udara dan menghasilkan telur yang diletakkan di daerah perairan, biasanya terletak pada daun-daunan tumbuhan air seperti padi, eceng gondok, atau rerumputan tepi sungai. Setelah menetas, nimfa keluar dari cangkang telur untuk kemudian masuk ke dasar perairan dangkal, mereka bernapas dengan insang yang terdapat di ujung perutnya untuk bertahan hidup di air.

Nimfa capung termasuk golongan karnivora yang ganas, ia memakan semua mikroorganisme perairan seperti ganggang dan berudu hingga temannya sendiri. Selanjutnya, nimfa capung yang sebelumnya berada di dasar perairan secara perlahan merayap keluar melalui tumbuhan atau ranting. Imago/capung dewasa akan keluar melepaskan kulit terakhirnya dari nimfa yang disebut exuvia.

5. Contoh Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Belalang

Proses metamorfosis belalang diawali oleh fase telur. Telur tersebut biasa diletakkan oleh belalang betina pada daun atau batang tanaman. Setelah menetas, keluarlah nimfa yang berupa belalang kecil yang belum memiliki sayap dan alat reproduksi. Nimfa umumnya berwarna putih dan akan berubah warna sesaat setelah terpapar sinar matahari menjadi hijau atau cokelat. Mereka melewati fase nimfa selama 1 bulan sampai akhirnya menjadi belalang dewasa, dengan sayap lengkap dan kuat serta sistem reproduksi yang telah matang.

6. Contoh Metamorfosis Sempurna Pada Semut

Semut memiliki tiga kelompok atau kasta yaitu semut pekerja, prajurit semut, dan ratu semut. Dalam perkembangan hidupnya, semut mengalami 4 tahapan atau fase sehingga masuk dalam golongan hewan bermetamorfosis sempurna. Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur, lalu menetas menjadi larva. Larva semut sangat rentan terhadap segala bahaya, karena pada fase ini larva semut tidak memiliki kaki, sehingga tidak mampu berdiri dan melindungi dirinya sendiri. Semut-semut dewasa memiliki tugas untuk menjaga dan memberi makan larva sampai menjadi pupa sebelum mereka menjadi dewasa.

7. Contoh Metamorfosis Tidak Sempurna Pada Kecoak

Kehidupan kecoak diawali dengan fase telur. Telur yang menetas akan menjadi nimfa berwarna putih. Mereka dapat bergerak bebas mencari makan hingga tumbuh dan berubah menjadi berwarna cokelat. Mereka akan terus tumbuh menjadi imago atau kecoak dewasa. Pada fase ini, kecoak sudah memiliki 2 pasang sayap yang kuat yang siap digunakan untuk terbang.

Itulah dia beberapa contoh metamorfosis sempurna dan juga contoh metamorfosis tidak sempurna. Semoga dengan adanya berbagai macam contoh diatas dapat mempermudah kalian semua dalam mempelajari perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.


Penutup

Sekian pemaparan mengenai Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna pada hewan. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini, agar dapat bermanfaat juga bagi orang lain. Tetap dukung terus Pintarkan dalam berkarya dan membantu kalian belajar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan jangan lupa budayakan literasi.
Loading...