U2FsdGVkX19yqg4zgujTU1FZc57GerP0WSIm+52ZEaSeqA8P7e4E+jXFAuaEXV5aRefvlQlygbeFp/0Gp5iVKg==
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya – Halo sahabat Pintarkan! Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai mata pelajaran Sejarah nih. Mengingat semboyan yang diucapkan oleh Ir. Soekarno yaitu "Jasmerah" yang berarti "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah" menjadikan kami bersemangat sekali untuk membahas mata pelajaran sejarah.

Dan yang akan kami bahas kali ini adalah mengenai peninggalan kerajaan sriwijaya baik itu kitab, candi, prasasti bahkan dengan raja-rajanya juga akan kami bahas secara lengkap. Semoga dengan adanya materi peninggalan kerajaan sriwijaya ini bisa menambah pengetahuan kalian mengenai sejarah yang ada di Indonesia. Baiklah tidak usah basa-basi lagi, yuk kita langsung mulai saja ke pembahasannya.

BACA JUGA: Kitab Peninggalan Kerajaan Kediri, Letak dan Raja Rajanya


Letak Kerajaan Sriwijaya

Letak Kerajaan Sriwijaya
Gambar Letak Kerajaan Sriwijaya

Sebagai informasi bagi kalian yang belum mengetahuinya, letak kerajaan sriwijaya adalah ditepi Sungai Musi atau lebih tepatnya diwilayah kota Palembang, provinsi Sulawesi Selatan.


Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya


1. Prasasti Telaga Batu

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Telaga Batu

Peninggalan kerajaan sriwijaya yang akan kami bahas pertama kali adalah Prasasti telaga batu. Prasasti telaga batu ini ditemukan di Kolam Telaga Biru, Kota Palembang pada tahun 1935. Prasasti telaga batu ini adalah prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang berisi kutukan dari raja terhadap pelaku kejahatan. Prasasti ini memiliki lebar sebesar 148 cm dan juga tingginya 118 cm.

Dibagian atas prasasti telaga batu ini terdapat hiasan yang berupa 7 buah kepala ular kobra yang dimana pada bagian tengahnya juga terdapat pancuran air. Tulisan yang terdapat pada prasasti telaga batu ini ditulis dengan huruf pallawa sepanjang 28 baris dan juga memakai bahasa melayu kuno. Seperti yang sudah disebutkan diatas prasasti telaga batu adalah peninggalan kerajaan sriwijaya yang berisi kutukan dari raja terhadap pelaku kejahatan.

2. Prasasti Talang Tuwo

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Talang Tuwo

Prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang selanjutnya adalah prasasti talang tuwo. Prasasti talang tuwo ini ditemukan dikaki bukit Seguntang bagian utara Sungai Musi. Prasasti ini ditemukan tepatnya pada tanggal 17 November 1920. Prasasti talang tuwo berisi tentang doa dan juga dedikasi yang menceritakan aliran Budha yang dipakai pada masa Sriwijaya yang dimana pada saat itu merupakan aliran Mahayana dan ini juga dibuktikan dengan penggunaan kata yang sudah menjadi ciri khas aliran Budha Mahayana seperti Vajrasarira, Bodhicitta, Mahasattva dan juga annuttarabhisamyaksamvodhi.

Selain itu juga pada prasasti ini juga diceritakan mengenai pembangunan taman yang dilakukan oleh Raja Sriwijaya yang bernama Sri Jayanasa pada abad ke-7. Disana juga tertulis bahwa ditaman tersebut terdapat pemandangan yang indah sekali dan juga terdapat lahan yang dipakai sebagai lembah dan juga bukit. Yang dimana pada dasar lembah tersebut juga terdapat sungai yang mengarah ke sungai musi. Taman tersebut diberi nama Taman Sriksetra.

3. Prasasti Berahi

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Berahi

Prasasti Berahi adalah prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang ditemukan oleh Kontrolir pada tahun 1904 didesa karang berahi, jambi. Prasasti berahi ini ditulis dengan tulisan Pallawa dan juga menggunakan bahasa melayu kuno. Isi dari prasasti berahi ini hampir mirip dengan isi dari prasasti telaga batu yaitu tentang kutukan untuk orang yang tidak setia dan tidak tunduk dengan Driwijaya.

4. Prasasti Ligor

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Ligor

Prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang selanjutnya adalah prasasti ligor. Prasasti ligor ditemukan di wilayah Thailand bagian selatan oleh Nakhon Si Thammarat. Pada prasasti ligor terdapat pahatan dikedua sisinya. Sisi pertama diberi nama prasasti ligor A atau bisa juga disebut manuskrip Viang Sa. Dan untuk sisi keduanya diberi nama prasasti ligor B.

Prasasti Ligor A ini berisi tentang Raja Sriwijaya yang merupakan raja dari semua raja di dunia dan juga yang mendirikan Trisamaya Caitya untuk Kajara. Sedangkan prasasti ligor b menceritakan tentang nama Visnu yang bergelar Sri Maharaja dari keluarga Śailendravamśa dan dia juga mendapatkan julukan Śesavvārimadavimathana yang artinya adalah pembunuh musuh yang sombong sampai tak tersisa. Prasasti ligor B ini ditulis menggunakan aksara kawi dan juga tertulis angka tahun 775.

5. Prasasti Kota Kapur

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Kota Kapur

Prasasti kota kapur adalah prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang ditemukan oleh J.K Van der Meulen pada tahun 1892 dipulau Bangka bagian barat. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan juga menggunakan bahasa melayu kuno. Prasasti ini berisi tentang kutukan untuk orang yang berani melanggar perintah dari kekuasaan Raja Sriwijaya.

Bagi kalian yang ingin melihat prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang satu ini, kalian bisa menemukannya di Rijksmuseum yang terdapat di Amsterdam, Belanda karena sudah dipinjamkan oleh Museum Nasional Indonesia. 

6. Prasasti Hujung Langit

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Hujung Langit

Prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang ditulis menggunakan aksara pallawa dan juga menggunakan bahasa melayu kuno. Prasasti Hujung Langit ditemukan di Lampung tepatnya didesa Haur Kuning. Namun yang sangat disayangkan dari prasasti hujung langit ini adalah karena terdapat kerusakan sehingga isinya menjadi tidak terlalu jelas. Namun para peneliti bisa memperkirakan bahwa prasasti ini berasal pada tahun 997 M yang berisi tentang pemberian raja sima.

7. Prasasti Kedukan Bukit 

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti kedukan bukit adalah prasasti peninggalan kerajaan majapahit yang ditemukan oleh M. Batenburg dikampung kedukan bukit, Palembang atau lebih spesifiknya prasasti kedukan bukit ini ditemukan ditepi sungai tatang. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan juga menggunakan bahasa Melayu Kuno. Prasasti ini memiliki ukuran yang cukup besar yaitu sekitar 45 cm x 80 cm.

Prasasti ini berisi tentang seorang utusan Kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang yang mengadakan perjalanan suci (Sidhayarta) menggunakan perahu. Dapunta Hyang didampingi oleh 2000 pasukan dan berhasil menaklukan beberapa daerah. Bagi kalian yang ingin melihat prasasti kedukan bukit ini secara langsung, kalian bisa mengunjungi Museum Nasional Jakarta.

8. Prasasti Leiden

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Leiden

Prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang selanjutnya adalah prasasti leiden. Prasasti leiden ini adalah prasasti yang ditulis dengan menggunakan bahasa sansekerta dan juga tamil. Prasasti ini menceritakan tentang hubungan baik dari dinasti Chola dari Tamil dengan dinasti Sailendra dari Sriwijaya. Bagi kalian yang ingin melihat prasasti leiden, kalian bisa menemukannya di Museum Belanda.

9. Prasasti Palas Pasemah

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Prasasti Palas Pasemah

Prasasti palas pasemah adalah prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang ditemukan didaerah Lampung Selatan. Prasasti ini ditulis menggunakan aksara pallawa dan juga menggunakan bahasa melayu kuno. Prasasti palas pasemah ini diperkirakan ada diabad ke 7 Masehi. Prasasti palas pasemah berisi tentang kutukan dari orang yang tidak mau tunduk dengan kekuasaan Sriwijaya.

Itulah dia 9 prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya yang dapat kami sampaikan kepada kalian semua pembaca setia Pintarkan. Sekarang kami akan lanjut membahas tentang 5 candi peninggalan kerajaan sriwijaya.


Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya


1. Candi Kota Kapur

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Candi Kota Kapur

Candi peninggalan kerajaan sriwijaya yang akan kami bahas pertama kali adalah candi kota kapur. Apabila kamu teliti dalam membacanya, candi kota kapur ini masih berhubungan dengan prasasti kota kapur yang telah kami jelaskan diatas. Menurut kabar, candi kota kapur ini strukturnya sudah terkubur diantara pohon kelapa sawit, durian, dan juga pohon karet.

Kabarnya dulu sekitar pada tahun 1700-an disekitar perairan selat bangka seringkali terjadi perampokan oleh bajak laut. Mereka biasanya bersembunyi disekitar selat Bangka. Menghadapi kejadian tersebut, raja sriwijaya langsung mengirim pasukan ke daerah tersebut dan hasilnya pun sriwijaya yang menang. Sehingga dibuatlah prasasti yang bernama prasasti kota kapur.

2. Candi Muaro Jambi

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi adalah candi peninggalan kerajaan sriwijaya yang terletak di Jambi atau lebih tepatnya ditepi Batang Hari. Kabarnya candi muaro jambi ini adalah candi yang paling terawat dan juga paling luas di Indonesia ini. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke 11 dan juga pernah dicalonkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia.

3. Candi Muara Takus

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Candi Muara Takus

Candi peninggalan kerajaan sriwijaya yang akan kami jelaskan selanjutnya adalah candi muara takus. Apabila kalian ingin melihat candi muara takus secara langsung, kalian bisa menemukannya di desa Muara Takus, Riau. Sama seperti candi muaro jambi, candi muara takus juga dicalonkan sebagai situs warisan dunia. Namun sangat disayangkan hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan candi ini dibangun.

4. Gapura Sriwijaya

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Gapura Sriwijaya

Gapura Sriwijaya adalah candi peninggalan kerajaan sriwijaya yang terdiri dari sembilan gapura, Namun hingga kini yang baru ditemukan adalah sebanyak tujuh gapura saja. Gapura sriwijaya ini terletak di Sumatera Selatan. Namun sangat disayangkan sekali kondisi dari gapura-gapuranya sudah mulai rusak karena disebabkan oleh faktor alam seperti gempa dan juga yang lainnya.

5. Candi Biaro Bahal

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Gambar Candi Biaro Bahal

Candi peninggalan kerajaan sriwijaya terakhir yang akan kami jelaskan adalah candi biaro bahal. Cand biaro bahal ini diperkirakan dibangun pada abad ke 11. Material candi ini terbuat dari bata merah dan juga diduga berhubungan dengan kerajaan Pannai. Bagi kalian yang ingin melihat candi ini secara langsung, kalian bisa melihatnya di Desa Bahal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Nah itulah dia 5 candi peninggalan kerajaan sriwijaya yang dapat kami sampaikan kepada kalian. Bagaimana nih, cukup banyak sekali bukan peninggalan kerajaan sriwijaya? Semoga kalian semua tidak pusing ya dalam memahaminya. Sekarang kami akan memberikan daftar raja kerajaan sriwijaya agar kalian semua semakin paham mengenai sejarah kerajaan sriwijaya.


Raja Kerajaan Sriwijaya

Raja Kerajaan Sriwijaya
Gambar Raja Kerajaan Sriwijaya

1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa

2. Sri Indravarman

3. Rudra Vikraman

4. Maharaja WisnuDharmmatunggadewa

5. Dharanindra Sanggramadhananjaya

6. Samaragrawira

7. Samaratungga

8. Balaputradewa

9. Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan

10. Hie-tche (Haji)

11. Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa

12. Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi

13. Sumatrabhumi

14. Sangramavijayottungga

15. Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo

16. Rajendra II

17. Rajendra III

18. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa

19. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa

20. Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa


Penutup

Tidak terasa kita sudah sampai dipenghujung artikel kami kali ini mengenai peninggalan kerajaan sriwijaya lengkap dengan letak dan juga rajanya. Setelah membaca keseluruhan dari artikel ini, apakah kalian semua sudah mulai tercerahkan mengenai apa saja peninggalan kerajaan sriwijaya? Semoga saja sudah ya hehe.

Jangan lupa untuk bagikan postingan kami kali ini kepada teman-teman kalian semua agar bisa lebih bermanfaat. Karena berbagi ilmu itu tidaklah rugi. Baiklah sekian dulu artikel kami kali ini, sampai jumpa dipostingan kami yang selanjutnya. Teruslah haus akan ilmu!
Loading...