iXZ5LucRXKUvehGMx7HNr7F2OUDV3eF73FJjIqjp

Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor

Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor

Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor – Halo semuanya, kali ini Pintarkan akan memberikan artikel berupa materi yang sangat bermanfaat. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas materi untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Yup, sekarang kami akan membahas apa aja sih perbedaan antara Teks Anekdot dan juga Teks Humor.

Kalian akan menemukan materi ini disekolah apabila kalian sudah menginjak kelas X SMA. Bagi kalian yang sudah kelas X dan kebetulan sedang membaca materi ini maka sangat disarankan untuk membacanya dengan baik. Namun apabila kalian masih dibawah kelas X namun sedang membaca artikel ini juga kami rasa tidak ada salahnya. Agar nantinya kalian semakin mudah dalam memahami perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor.

Baiklah tanpa banyak basa basi lagi, yuk kita mulai saja pembahasannya sekarang. Seperti biasa, agar lebih mudah dalam membandingkan perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor, pertama-tama kita mulai dulu dari pengertiannya.


Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor




Pengertian Teks Anekdot

Apa itu Teks Anekdot? Teks Anekdot adalah adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan sebuah sindiran atau kritikan. Teks anekdot ini biasanya bertopik tentang layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial.


Pengertian Teks Humor

Sebenarnya pengertian Teks Humor hampir sama dengan pengertian Teks Anekdot. Hanya saja, didalam teks humor ini tidak terdapat sebuah sindiran atau kritikan didalamnya. Jadi, Teks Humor adalah cerita yang lucu,singkat dan hanya bertujuan untuk menghibur.

Nah bagaimana? Apakah kalian sudah paham apa perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor berdasarkan pengertiannya sekarang? Kalau sudah kita akan lanjut membahas ciri cirinya.


Ciri Ciri Teks Anekdot

  • Bersifat menyindir.
  • Umumnya mengenai orang penting.
  • Didalamnya memiliki maksud dan tujuan tertentu.
  • Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.
  • Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.
  • Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.

Ciri Ciri Teks Humor

  • Menggunakan bahasa lucu.
  • Menggunakan bahasa tidak baku.
  • Bersifat menggelitik, artinya teks humor akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.
Sekarang kalian sudah semakin paham kan mengenai apa saja perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor? Agar semakin menguasai materi ini kita lanjut membahas strukturnya.


Struktur Teks Anekdot

  • Abstraksi, adalah bagian awal paragraf yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi teks. Biasanya menunjukkan hal yang unik.
  • Orientasi, adalah bagian yang menunjukkan awal cerita atau latar belakang peristiwa itu terjadi.
  • Krisis, adalah bagian dimana hal yang menarik ataupun hal yang tidak biasa terjadi pada tokoh cerita.
  • Reaksi, adalah bagian bagaimana cara penulis atau tokoh cerita menyelesaikan masalah pada bagian krisis.
  • Koda, adalah bagian dari akhir cerita. Bagian ini dapat berisi kesimpilan mengenai kejadian yang terjadi pada tokoh cerita.

Struktur Teks Humor

  • Abstraksi, adalah ringkasan atau inti cerita.
  • Orientasi, adalah pengenalan latar cerita. berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana.
  • Komplikasi, sudah mulai terjadi konflik.
  • Evaluasi, adalah menemukan titik temu pemecahan tapi belum menemukan penyelesaiannya.
  • Resolusi, adalah masalah sudah ditemukan penyelesaiannya.
  • Koda, adalah nilai-nilai pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari teks humor tersebut.

Contoh Teks Anekdot


Tema Pendidikan

Modal Huruf Doang

Pada suatu hari seorang guru di sebuah sekolah dasar sedang menanyai seorang muridnya tentang hasil belajar menghafalkan huruf.Pak guru bertanya pada Bobi tentang sudah berapa huruf yang Bobi hafal, lalu Bobi menjawab bahwa ia hanya akan menghafalkan huruf C D E F G A B C. Setelah mendengar jawaban dari Bobi tersebut pak guru pun bingung lalu bertanya kembali kepada Bobi kenapa Bobi hanya mau menghafalkan tujuh huruf saja.

Lalu Bobi menjawab dengan lantang bahwa dengan menghafal tujuh huruf tersebut saja Bobi bisa jadi pemusik yang hebat dan menghasilkan banyak uang. Mendengar jawaban tersebut lantas pak guru hanya mengangguk-ngangguk saja dan berbicara benar juga.

Tema Politik

Calon Anggota MPR

Pak Jono dan Pak Hari merupakan salah satu kader parpol yang sama-sama mencalonkan diri untuk menjadi anggota MPR. Suatu ketika saat mereka selesai menyerahkan berkas-berkas pencalonan ke KPU mereka menyempatkan diri untuk mengobrol di sebuah kantin yang berada di dalam gedung.

Pak Jono : “Jika nanti kita terpilih menjadi anggota MPR apa yang akan kamu lakuin?“
Pak Hari : “Saya akan menjadi anggota MPR yang memperjuangkan aspirasi rakyat, sebab,  dari awal kita telah dititipi aspirasi oleh rakyat. Jadi sebagai wakil rakyat kita harus menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya sehingga dapat tercipta kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang adil, serta masyarakat yang makmur”.
 Pak Jono pun manggut-manggut mendengar jawaban dari Pak Hari mengenai pertanyaan yang sebelumnya ia tanyakan. Namun setelah itu Pak Jono melontarkan satu pertanyaan lagi.

Pak Jono : “Kalo pendapatmu tentang korupsi apa?”.
Pak Hari: “Kalo kurupsi itu menurut saya merupakan tindakan yang tak bermoral yang seharusnya tidak dilakukan oleh siapa pun termasuk kita sebagai wakil rakyat yang telah diberikan amanah oleh rakyat agar kelak kita dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera bersama-sama. Jika saya menjadi anggota MPR nanti saya akan membuat mengenai hukuman yang cocok bagi para pelaku koruptor, yaitu hukuman mati. Dengan cara tersebut akan membuat dampak jera bagi oknum-oknum yang ingin korupsi”.
Mendengar jawaban dari Pak Hari tersebut entah mengapa Pak Jono malah tertawa terbahak-bahak, lalu ia berkata

Pak Jono :” Kamu ini mau jadi anggota MPR atau majelis ta’lim??”


Contoh Teks Humor

Telur

Suatu hari ada tiga orang yang sedang main tebak-tebakan.

Diky: Coba tebak, telur apa yang paling kuat?

Susan: Telur burung onta, soalnya gede.

Dion: Kalau telur yang sok jago apaan hayo?

Diky: Telur ayam Bangkok!

Dion: Salah!

Susan: Telur burung onta!

Dion: Ih, onta mulu….mentang-mentang bapakmu baru pulang naik haji. Salah!

Diky: Lha apa dong?

Dion: Telur asin!!!

Susan: Kok bisa?

Dion: Ya iya dong, kan ada tatonya. Wkwkwkwk!!!

Susan: Tato apaan?

Dion: Itu tulisan cap warna biru apa merah, wehehehehe!!!!

Diky: (gak mau kalah) Telur asin takutnya sama telur apa?

Susan: Telur burung onta!!!

Diky: Parah Lo susan…onta mulu, salah!

Dion: Apa dong jawabannya?

Diky: Telur puyuh!

Dion: Kok bisa?! Kan kecil…

Diky: Biar kecil tapi kan pake baju tentara! 


Sapi

Suatu hari seorang mahasiswa mengadakan penelitian ke peternak sapi. Sesampainya di lokasi penelitian, mahasiswa itu mewawancarai salah satu peternak sapi yang paling sukses di wilayah itu.
Mahasiswa: Selamat siang pak, bolehkan saya ngobrol-ngobrol sebentar dengan bapak? Ini saya sedang penelitian tentang ternak sapi perah.

Peternak: Oh iya, silahkan mas.
Mahasiswa: Berapa banyak jumlah sapi yang ada di kandang ini pak?
Peternak: ada 40 mas.
Mahasiswa: Setiap hari sapi-sapi ini diberi makan apa ya pak?
Peternak: Sapi yang warnanya coklat atau yang putih?
Mahasiswa: Kalau yang coklat?
Peternak: Rumput, jerami, dedaunan, sama ampas tahu mas.
Mahasiswa: Kalau yang putih?
Peternak: Sama mas…
Mahasiswa: Oh….(agak bingung) nah kalau sapi-sapi ini rata-rata dalam sehari menghasilkan berapa liter susu pak?
Peternak: Sapi yang coklat atau yang putih ya mas?
Mahasiswa: Kalau yang coklat pak?
Peternak: Kalau yang coklat dalam sehari kira-kira menghasilkan 20 liter susu mas.
Mahasiswa: Kalau yang putih?
Peternak: Sama mas…

Mahasiswa: (ia mulai yakin bahwa dirinya bingung) Oh…begitu ya. Kalau sudah tidak menghasilkan susu lagi, sapi-sapi ini di jual atau bagaimana pak?
Peternak: Yang mana mas, coklat atau putih?
Mahasiswa: Kalau yang coklat pak?
Peternak: Kalau yang coklat dijual di pasar sapi mas.
Mahasiswa: Nah kalau yang putih?
Peternak: Sama mas…
Mahasiswa: Maaf pak, dari tadi kok bapak membedakan yang coklat dengan yang putih ya?
Peternak: Ya karena yang coklat itu punya saya mas.
Mahasiswa:Kalau yang putih punya siapa pak?
Peternak: sama mas, punya saya…

Nah bagaimana, pasti sekarang kalian sudah semakin bisa kan membedakan teks Anekdot dan Teks Humor? Jadi kurang lebih seperti itulah perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor.


Penutup

Baiklah mungkin sekian dulu penjelasan mengenai perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor yang bisa kami sampaikan kepada kalian semua pembaca setia Pintarkan. Semoga dengan adanya artikel ini kalian semakin memahami perbedaaan dari kedua teks tersebut.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian semua dan juga bisa membantu pengerjaan tugas sekolah kalian. Seperti biasa, jangan lupa untuk share artikel ini apabila bermanfaat untuk kalian semua. Rajin belajar terus dan jangan malas malasan ya kawan!
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment