U2FsdGVkX19yqg4zgujTU1FZc57GerP0WSIm+52ZEaSeqA8P7e4E+jXFAuaEXV5aRefvlQlygbeFp/0Gp5iVKg==
Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan Kerajaan Demak Kali ini pintarkan akan membuat artikel yang bertemakan sejarah. Tentu saja kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh untuk melupakan sejarah begitu saja. Karena Indonesia ini sangat kaya sekali akan sejarah. Nah materi yang akan kami bahas ini adalah mengenai Kerajaan Demak. Sebelum kita mulai kami akan menjelaskan sedikit mengenai Kerajaan Demak.

Kerajaan Islam di Indonesia

Jadi bagi kalian semua pembaca setia pintarkan yang belum tau mengenai kerajaan Demak. Jadi Kerajaan Demak ini adalah salah satu kerajaan Islam di Indonesia. Dan tentu saja kerajaan Demak ini memiliki peran yang sangat penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia khususnya dipulau Jawa. Itulah yang menjadikan kerajaan Demak ini menjadi kerajaan Islam pertama dan juga terbesar dipulau Jawa.


Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Sebelum kita menjelaskan mengenai peninggalan kerajaan Demak, tidak ada salahnya kita menjelaskan terlebih dahulu mengenai masa kejayaan kerajaan Demak ini. Jadi, pada Abad ke-16 awal, Kerajaan Demak ini menjadi kerajaan terkuat di pulau Jawa dan juga tidak ada kerajaan yang bisa mengalahkan Kerajaan Demak saat memperluas kekuasaan. 

Saat berada dibawah pimpinan Pati Unus, Demak mempunyai keinginan yang sangat besar sekali untuk membuat wilayah Demak menjadi Kerajaan Maritim terbesarn dan juga terkuat. Demak juga merasa terancam oleh Portugis di Malaka sehingga beberapa kali mengutus armada laut untuk menyerang Portugis di Malaka.

Nah, pada  saat berada dibawah kepemimpinan Sultan Trenggana, penyebaran agama Islam semakin luas sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang kemudian membuahkan hasil dalam menyingkirkan Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527, Tuban pada tahun 1517, Madiun pada tahun 1529, Surabaya dan Pasuruan di tahun 1527, Malang di tahun 1545 serta Blambangan yang merupakan Kerajaan Hindu terkhir di sebelah Timur Pulau Jawa tahun 1527-1546.

Nah itulah dia sejarah singkat mengenai masa kejayaan Kerajaan Demak.


Masa Keruntuhan Kerajaan Demak

Nah sekarang kami akan membahas mengenai masa keruntuhan kerajaan Demak. Jadi, setelah wafatnya Sultan Trenggana, muncul konflik tentang perebutan tahta dan kekuasaan antara beberapa anggota dari Kerajaan Demak. Pangeran Sedo Lepen yang menggantikan Sultan Trenggana yang sudah wafat ini merupakan saudara dari Sultan Trenggana.

Pangeran Sedo Lepen kemudian di bunuh oleh Pangeran Prawoto dan perebutan kekuasaan terus berjalan dan sampai akhirnya mencapai puncak yang menimbulkan perang saudara sehingga Arya Penangsang yang adalah putra Pangeran Sedo Lepen membunuh Pangeran Prawoto untuk mengambil alih kekuasaan Kerajaan Demak tersebut.

Setelah itu, Joko Tingkir yang masih memiliki jabatan sebagai adipati pajang serta Ki Ageng Pemanahan serta Ki Penjawi berhasil mengalahkan Arya Penangsang yang dibunuh oleh anak angkat dari Joko Tingkir tahun 1568 Masehi. Sutawijaya lalu memindahkan tahta Kerajaan Demak ke Pajang sehingga akhirnya kekuasaan dari Kerajaan Demak berakhir. Setelah mengetahui sedikit mengenai sejarah Kerajaan Demak.

Nah itulah dia sejarah singkat mengenai masa keruntuhan kerajaan Demak.


Peninggalan Kerajaan Demak

Akhirnya kita sampai juga kepada inti dari artikel ini. Sekarang kami akan menjelaskan mengenai apa saja peninggalan kerajaan Demak ini. Semoga bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas sekolah yaa.

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan Kerajaan Demak

Masjid Agung Demak ini adalah salah satu peninggalan kerajaan Demak yang paling terkenal dan juga termasuk ke dalam masjid tertua di Indonesia. Masjid ini terletak di Desa Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan pada abad ke-15 masehi pada masa kekuasaan Raden Patah. Yang dimana Raden Patah ini adalah raja pertama kerajaan Demak.

Masjid ini dibangun oleh Walisongo pada tahun 1479. Dan juga Masih berdiri sangat kokoh hingga saat ini meskipun sudah beberapa kali dilakukan perbaikan. Masjid ini juga menjadi bukti bahwa kerajaan Demak pernah menjadi pusat pengajaran serta penyebaran Islam di Jawa.

Suatu hal yang unik dari Masjid Agung Demak ini adalah masjid ini memiliki empat tiang utama yang biasa disebut saka guru, atapnya membentuk sebuah limas yang terdiri dari tiga bagian yang memiliki makna iman, Islam, dan Ihsan. Di masjid ini juga terdapat peninggalan Kerajaan Demak yang lainnya, yaitu pintu bledek. Masjid Agung Demak juga telah masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1995.

2. Bedug dan Kentongan

Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan Demak yang selanjutnya adalah Bedug dan Kentongan  Kedua benda ini digunakan pada saat itu sebagai alat untuk memanggil masyarakat sekitar mesjid agar segera datang melaksanakan sholat 5 waktu setelah adzan dikumandangkan.

Kentongan ini berbentuk menyerupai tapal kuda yang memiliki filosofi bahwa jika kentongan tersebut dipukul, maka warga sekitar harus segera datang untuk melaksanakan sholat 5 waktu secepat orang yang sedang naik kuda. Menarik sekali kan?


3. Situs Kolam Wudlu

Peninggalan Kerajaan Demak

Situs kolam wudlu ini letaknya masih berdekatan dengan Masjid Agung Demak. Situs ini dulu digunakan sebagai tempat untuk berwudlu para santri atau musyafir yang berkunjung ke Masjid untuk melaksanakan sholat. Namun, sayangnya saat ini situs tersebut sudah tidak digunakan lagi untuk berwudlu dan hanya boleh dilihat sebagai benda peninggalan sejarah


4. Dampar Kencana

Peninggalan Kerajaan Demak

Dampar kencana ini adalah tempat singgasana untuk Sultan Demak yang kemudian berubah fungsi menjadi mimbar khotbah yang digunakan di Masjid Agung Demak.

Namun sama seperti situs kolam wudlu, dampar kencana ini sudah tidak digunakan sebagai mimbar khotbah lagi, tetapi sudah dimuseumkan agar kualitas dampar kencana tetap terjaga dan tidak rusak dan kalian bisa melihatnya di Masjid Agung Demak. 


5. Maksurah

Peninggalan Kerajaan Demak

Lagi lagi, peninggalan kerajaan Demak kali ini masih berada didalam Masjid Agung Demak. Sekarang kalian pasti bertanya tanya mengenai apa itu Maksurah. Jadi Maksurah ini adalah dinding yang terdapat ukiran kaligrafi. 

Maksurah ini dibuat pada saat pemerintahan Aryo Purbaningrat. Tulisan kaligrafi yang terdapat pada dinding tersebut memiliki makna tentang keesaan Allah SWT.


6. Piring Campa

Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan Demak yang selanjutnya adalah Piring Campa. Piring Campa ini adalah hiasan yang diletakkan pada dinding Masjid. Piring Campa ini adalah pemberian dari Ibunda Raden Patah. Piring Campa ini jumlah ada sebanyak 65 Buah dan semuanya masih terawat hingga saat ini.


7. Pintu Bledek

Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan demak ini juga masih berada didalam Masjid Agung Demak. Keunikan dari Pintu Bledek ini adalah terletak pada ukiran dan juga pahatan dari seorang Ki Ageng Selo. Pintu Bledek ini memiliki arti Pintu Petir.

Mengapa seperti itu? Karena konon katanya Ki Ageng Selo membuatnya dari sambaran petir. Dulu pintu bledek ini adalah pintu utama untuk masuk kedalam Masjid Agung Demak. Namun karena kondisinya sudah mulai lapuk karena dimakan usia, pintu ini jadi hanya bisa dimuseumka saja.


8. Soko Guru dan Soko Tatal

Peninggalan Kerajaan Demak

Didalam Masjid Agung Demak ini terdapat 4 buah tiang utama yang diberi sebutan Soko Guru. Soko Guru ini memiliki tinggi sekitar 16 meter dan juga berbahan kayu jati yang sangat kuat. Soko Guru ini dibuat oleh Raden Patah dengan bantuan Walisongo.

Sedangkan Soko Tatal ini adalah serpihan kayu yang digunakan untuk menambah tinggi tiang Soko Guru tersebut. Karena soko tatal ini memiliki arti serpihan kayu yang disambung-sambung menjadi satu. Sehingga Soko Tatal ini memiliki makna persatuan yang sangat kuat.


9. Makam Sunan Kalijaga

Peninggalan Kerajaan Demak

Makam Sunan Kalijaga ini juga termasuk dalam salah satu peninggalan kerajaan Demak. Sunan Kalijaga ini adalah satu diantara 9 sunan walisongo yang berdakwah dipulau jawa. Sunan Kalijaga ini wafat pada tahun 1520 silam.

Namun jangan salah, karena hingga saat ini masih banyak orang yang berdatangan ke Makam Sunan Kalijaga untuk berziarah dan juga berdoa. Makam Sunan Kalijaga juga hingga saat ini masih terawat karena masih ada yang mengelola dan mengurusnya.


10. Mihrab

Peninggalan Kerajaan Demak

Mihrab adalah tempat pengimaman di kerajaan Demak yang dimana didalamnya terdapat prasasti Condro Sengkolo bergambar hewan bulus. Prasasti Condro Sengkolo ini mempunyai arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi. 


11. Surya Majapahit

Peninggalan Kerajaan Demak

Surya Majapahit ini adalah peninggalan kerajaan Demak yang berupa gambar dekorasi yang berbentuk segi delapan dan sangat terkenal pada masa Majapahit. Surya Majapahit ini dibuat pada tahun 1479 Masehi dan terdapat di Masjid Agung Demak.


12. Pawestren

Peninggalan Kerajaan Demak

Peninggalan kerajaan Demak yang terakhir pada artikel ini adalah Pawestren. Apa sih Pawestren itu? Jadi, Pawestren adalah Tempat sholat berjamaah perempuan. Seperti yang kita ketahui, jemaah sholat antara laki laki dan juga perempuan itu dipisahkan. Pawestren ini memiliki 8 tiang penyangga dan juga 4 tiang utama. 


Penutup

Baik, mungkin itulah dia artikel mengenai peninggalan kerajaan demak yang dapat kami sampaikan kepada kalian semua pembaca setia pintarkan. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian mengerjakan tugas dan juga menambah wawasan kalian mengenai pelajaran Sejarah Indonesia.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel sejarah peninggalan kerajaan demak ini apabila dirasa sangat bermanfaat. Kalian bisa bagikan artikel ini baik itu ke keluarga, teman, siapapun itu. Karena sesungguhnya berbagi ilmu dan juga kebaikan itu sangat baik sekali dimata Allah SWT.
Loading...