U2FsdGVkX19yqg4zgujTU1FZc57GerP0WSIm+52ZEaSeqA8P7e4E+jXFAuaEXV5aRefvlQlygbeFp/0Gp5iVKg==
Pengertian Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Pengertian Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Halo pembaca setia Pintarkan, kali ini kami masih akan membahas materi untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Nah tepatnya kami akan membahas secara umum mengenai Teks Negosiasi, baik itu pengertiannya maupun strukturnya.

Artikel ini sangat cocok sekali untuk dipelajari oleh kalian yang menduduki bangku kelas X SMA. Karena kalian akan menemukan materi ini nanti disekolah. Oleh karena itu kami membuat artikel ini dengan harapan agar kalian bisa lebih memahami mengenai pengertian teks negosiasi beserta strukturnya. Baiklah, kita mulai saja pembahasannya.

BACA JUGA: Perbedaan Teks Anekdot dan Teks Humor


Pengertian Teks Negosiasi

Apa itu Teks Negosiasi? Teks Negosiasi adalah teks yang berisikan interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda. 

Mengapa kita harus bernegosiasi? Karena kedua pihak yang melakukan negosiasi itu sudah pasti memiliki hak untuk memberikan hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus merupakan persetujuan dari semua pihak dan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga adil.

Nah itulah dia pengertian teks Negosiasi, sudah paham kan? Apabila sudah yuk kita lanjut membahas mengenai struktur teks Negosiasi.


Struktur Teks Negosiasi

Sekarang kita akan membahas mengenai struktur teks negosiasi. Secara umum, struktur dari teks negosiasi ini terbagi menjadi dua yaitu ada struktur minimal dan juga struktur lengkap. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat dibawah ini.

Struktur Minimal

Struktur minimum dalam teks Negosiasi ini terdiri dari:
  • Pembuka
  • Isi
  • Penutup
Ya bisa dibilang itu adalah struktur teks negosiasi secara singkatnya.

Struktur Lengkap

Struktur lengkap dari teks Negosiasi ini terdiri dari:
  • Orientasi
  • Permintaan
  • Pemenuhan
  • Penawaran
  • Persetujuan
  • Pembelian
  • Penutup
Nah itulah dia struktur teks negosiasi secara lengkapnya.

Nah itulah pengertian teks Negosiasi beserta strukturnya. Setelah membaca tulisan diatas apakah kalian sudah semakin paham dan juga tercerahkan mengenai materi teks negosiasi ini? Supaya kalian semakin paham, kami akan berikan satu contoh teks negosiasi yang bisa kalian baca dibawah ini.


Contoh Teks Negosiasi

Jual Beli Rumah

Pada suatu siang, Pak Fajar mendatangi rumah Pak Domo untuk bernegosiasi harga rumah

Orientasi


Pak Fajar: Permisi....Kulonuwun....

Pak Domo: Monggo Pak, eh tumben sekali Pak Fajar mampir, mari silahkan masuk.

Pak Fajar: Iya pak.

Pak Domo: Silahkan duduk pak, ada apa ini kok tumben mampir ke rumah?

Permintaan


Pak Fajar: Hahaha, itu lho pak, saya dengar dari pak RT katanya rumah bapak yang dipojokan gang itu mau dijual ya?

Pemenuhan


Pak Domo: Betul sekali pak, itu rumahnya memang mau saya jual, lha sudah ga sanggup ngurus dua rumah mas, kalau dikontrakin misalnya saya pasang harga mahal ya susah cari yang sewa, kalau murah kok ya saya rugi perawatannya.

Kebetulan juga itu saya mau jual, karena rencananya mau beli tanah buat perkebunan saja mas, buat kesibukan di hari tua.

Pak Fajar: Hahaha, Pak Domo ini memang pantang menyerah, sudah umur tapi masih bisa saja usahanya.

Pak Domo: Dari pada bingung Pak, lha anak-anak juga sudah pada berkeluarga dan pada bikin rumah sendiri, gak mau pakai rumah yang itu.

Pak Fajar: Ini kebetulan saya kok berminat ya pak, tentunya kalau harganya cocok dengan kondisi keuangan saya, hahaha...

Pak Domo: Wah, kalau sama tetangga sendiri ya saya gak mahal kok pak jualnya.

Pak Fajar: Kalau boleh tahu, rumahnya dijual dengan harga berapa ya pak?

Pak Domo: Itu karena banyak yang harus direnovasi, terus terang saya pasang harga tanah sama harga bahan bangunannya saja pak biar realistis.

Luas tanah 200 meter, luas bangunan 150 meter, untuk detailnya sudah ada di sertifikat tanah yang nanti bisa dicek.

Ya pakai ukuran harga tanah disini dan harga bahan bangunan sekarang ini, rumah itu saya jual seharga 750 juta pak. Tentu kalau buat orang lain ya gak segitu harganya.

Penawaran


Pak Fajar: Hahaha, iya pak. Tapi ini saya boleh nawar nggak ya pak?

Pak Domo: Mongga pak, silahkan ditawar, kalau jodoh pasti ketemu pak.

Pak Fajar: Hahaha, Iya pak, kebetulan saya punya budget 500 juta, apa boleh kalau harganya segitu pak?

Pak Domo: Ya, kalau untuk orang lain, rencananya rumah itu mau saya jual 850 juta pak, tapi karena hari ini bapak duluan datang, harga yang saya pasang 750 juta. Tentu banyak yang saya pertimbangkan.

Jadi kalau untuk harga yang masih jauh dari 750 juta saya belum bisa lepasnya pak karena rencananya memang uang hasil penjualan rumah itu nantinya mau saya belikan tanah di daerah Bantul, punya tetangga dari saudara saya dan harganya kebetulan segitu.

Kalau misalnya laku 850 juta kan saya masih punya modal buat bikin usaha di tanah itu pak.

Persetujuan


Pak Fajar: Ya pak, saya paham sekali kalau harga 750 juta itu sudah sangat realistis untuk ukuran rumah di sini. Tapi ya itu pak, saat ini saya masih punya uang 500 juta.

Bulan depan baru saya bisa punya uang lagi dari hasil perkebunan saya. Ini kalau misalnya bapak tidak keberatan, apa boleh kalau saya nego waktu dulu untuk pembayaran penuh atas rumah itu pak?

Pak Domo: Ya ndak apa-apa pak, saya juga nggak buru-buru kok pak ini. Ya kalau Pak Fajar berminat dan bisa bulan depan saya nggak masalah pak.

Pak Fajar: Kalau begitu apa perlu saya kasih uang muka dulu pak?

Pak Domo: Ah, nggak usah pak, sama tetangga sendiri juga kok, hahaha. Jadi kalau bulan depan malah kita bisa sambil ngobrolin tetang notarisnya.

Ya kalau jadi, nanti saya nggak keberatan cari notarisnya pak, biaya notaris biar saya yang tanggung.

Pak Fajar: Wah, ya boleh lah kalau begitu pak. Tapi baiknya saya DP aja ya pak biar sama-sama enak.

Pak Domo: Ya saya ikut bapak saja enaknya gimana.
Pembelian

Pak Fajar: Ini saya DP 300 juta dulu ya pak, sisa pelunasannya bulan depan sekalian.

Pak Domo: Sebentar pak, kalau begitu saya ambil kwitansi dulu sama materai. Soalnya ini uang bukan sedikit jumlahnya, biar saya lega dan bapak juga ada pegangan hukum, maaf bukan maksudnya gimana-gimana lho pak, hahaha.

Pak Fajar: Iya pak, hahaha, saya ikut bapak saja.

(Pak Domo mengambil kwitansi dan materai, lalu menulis)

Pak Domo: Ini sudah betul ya pak? Silahkan bapak tanda tangan di sini.

Pak Fajar: Baik pak (Menandatangani)

Pak Domo: Jadi ini deal ya pak.

Pak Fajar: Deal pak, dan semoga tidak ada halangan sama sekali pak.

Pak Domo: Mudah-mudahan pak, Amin. Kalau begitu bisa kita rembug segala macamnya dengan notaris bulan depan sekalian ya pak.

Pak Fajar: Iya pak. Deal ini ya pak.

Pak Domo: Deal pak, semoga lancar sampai bulan depan.

Pak Fajar: Amin.

Penutup


Pak Domo: Wah sampai lupa bikin suguhan buat bapak ini.

Pak Fajar: Hahaha, santai saja pak. Kalau begitu ini saya tak pamit dulu.

Pak Domo: Lho kok buru-buru pak? Nggak ngopi-ngopi dulu?

Pak Fajar: Wah, terimakasih pak, saya tak langsungan saja, ngurus kebun dulu, bentar lagi panen biar maksimal hasilnya.

Pak Domo: O, ya sudah kalau gitu, mudah-mudahan lancar rejekinya ya pak, terimakasih banyak.

Pak Fajar: Sama-sama Pak, saya juga terimakasih.


Penutup

Bagaimana nih setelah membaca contoh teks negosiasi diatas, tentu saja kalian sudah semakin paham kan dengan materi pengertian teks negosiasi beserta strukturnya ini. Semoga dengan adanya pembahasan ini bisa membantu kalian dalam belajar dan juga mengerjakan tugas sekolah.

Seperti biasa jangan lupa untuk share artikel ini kepada teman kalian apabila bermanfaat. Jangan lupa juga untuk selalu kunjungi situs Pintarkan agar ilmu kalian semakin bertambah hehe. Semangat terus dalam belajar dan jangan lupa berdoa agar diberikan kemudahan.

Loading...